Pria Tegal Ini Pekerjakan Gadis di Bawah Umur Jadi Pemandu Lagu di Parangtritis

Pria Tegal Ini Pekerjakan Gadis di Bawah Umur Jadi Pemandu Lagu di Parangtritis

Polres Bantul menangkap AN (40 tahun), warga Muarareja, bppp tegal, Jawa Tengah. Dia ditangkap lantaran mempekerjakan gadis di bawah umur, yakni 17 tahun, menjadi pemandu lagu di sebuah rumah karaoke di Parangtritis, Kabupaten Bantul. AN ditangkap petugas saat digelar operasi di tempat karaoke di kawasan tersebut beberapa waktu yang lalu.

“Dilakukan pemeriksaan identitas, didapati salah seorang pemandu lagu yang masih berusia di bawah umur,” kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, dalam keterangannya, Kamis (22/6). Gadis itu berasal dari Cirebon, Jawa Barat. AN merekrutnya melalui Facebook.

“Sudah sekitar 4 bulan bekerja di tempat karaoke itu,” kata Jeffry. Jeffry berpesan agar orang tua senantiasa mengawasi anak perempuannya. Jangan sampai anak dieksploitasi oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Dalam kasus ini, korban mengaku ke keluarganya bekerja di sebuah rumah makan. “Tidak jujur mengaku kepada keluarganya bekerja di rumah makan atau kafe. Tetapi kenyataannya malah bekerja menjadi pemandu lagu,” ujar Jeffry. Atas perbuatannya AN dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO sub Pasal 88 Jo Pasal 76 I UU 35 Tahun 2014 yaitu setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi atau seksual terhadap anak.

Pedagang Hewan Kurban di Tegal Mulai Kebanjiran Pesanan Jelang Iduladha

Pedagang hewan kurban di Kota Tegal, mulai kebanjiran pesanan pada H-8 atau sepekan menjelang Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah, Rabu (21/6/2023). Pesanan sudah mencapai angka ratusan ekor. Seperti pedagang hewan kurban Amanah Aqiqah Farm yang memiliki kantor pemasaran di Jalan Industri 2 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Alamat kandang sendiri saat ini sudah pindah di Jalan Jali Timur Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Pemilik Amanah Aqiqah Farm Tegal, Afif Izzudin (27) mengatakan, pesanan hewan kurban sudah mengalami peningkatan pada H-8 Idul Adha. Setiap harinya selalu ada pelanggan yang datang untuk memesan hewan kurban. Ia mencatat, pesanan hewan kurban sudah di angka 110 ekor kambing dan 8 ekor sapi.

Biasanya, pesanan akan meningkat lagi beberapa hari menjelang Idul Adha. “Satu minggu sebelum hari H, biasanya pemesan berdatangan. Tahun lalu totalnya mencapai 300 ekor,” katanya kepada Afif mengatakan, mayoritas pemesan merupakan wiraswasta, guru, dan PNS. Belum ada pemesan dari calon legislatif (caleg) di kandangnya. Ia mengatakan, hewan kurbanya sendiri didatangkan dari Kecamatan Sukoharjo, Wonosobo.

Harganya beragam, mulai dari domba Rp 2,3 juta sampai Rp 4,5 juta dan kambing Rp 2,5 juta sampai Rp 4,5 juta. Sementara untuk sapi, hargnya mulai Rp 25 juta. “Untuk harga jika dibandingkan Idul Adha tahun lalu terhitung stabil. Tetapi untuk selisih dibandingkan hari biasa, Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Harga Kambing di Kabupaten Tegal Mulai Rp2 Juta sampai Rp6 Jutaan

Jelang Hari Raya Idul Adha 2023, penjual hewan kurban mulai bermunculan. Tidak terkecuali di wilayah Slawi, Kabupaten Tegal. Mereka sudah menyiapkan stoknya jauh hari sebelum Hari Raya tiba. Untuk harganya, bervariatif. Ada yang murah dan ada pula yang mahal.

Salah satu penjual hewan kurban, Abdul Basir, 43, menuturkan, harga kambing termurah yang dijualnya yakni Rp2 juta. Sedangkan yang mahal mencapai Rp6 jutaan. “Kami memang menyediakan kambing yang murah dan mahal, supaya pembeli bisa memilih,” kata Abdul Basir, ditemui di Kambing Center Jalan Rajawali Desa Slawi Kulon, Senin, 19 Juni 2023.

Dia mengaku, berternak kambing itu ada kepuasan tersendiri. Bisa membantu orang yang hendak beribadah. Biasanya, setiap Idul Adha, dia bisa menjual hingga 200 ekor. Saat ini, Basir mengaku sudah menyiapkan stok lebih dari 200 ekor. “Stok saya mayoritas jenis domba Merino Dieng, karena ciri khas dagingnya lebih bagus dan sedikit lemak,” ujar Basir. Untuk mencegah polusi udara kandang kambingnya, Basir mengaku, pakan yang digunakan dengan sistem olahan. Sehingga dapat meminimalisir bau lebih dari 80 persen.

Pakan ternak olahannya terbuat dari biji-bijian, jagung, singkong, bekatul serta rumput yang dikeringkan dan difermentasikan. Dia menggunakan metode itu sejak tahun 2009, diawali dengan jumlah ternak 30 ekor kambing. Sebelumnya pada tahun 2004 hingga 2008 Basir masih menggunakan metode konvensional yang cenderung bau dan kotor.

“Sejak tahun 2009 saya sudah menerapkan metode pakan ternak olahan karena daerah di sekitar sudah mulai padat penduduk. Kalau dulu masih kosong.